Tarantula Pernah Menjadi Penyelamat Nyawa Orang Kamboja

Tarantula Pernah Menjadi Penyelamat Nyawa Orang Kamboja

Tarantula Pernah Menjadi Penyelamat Nyawa Orang Kamboja – Tarantula adalah hewan berbulu, ganas, dan beracun. Namun ada masyarakat yang menyukai tarantula yang dijadikan sebagai bahan kuliner bagi sebagian orang orang yang ada di kamboja dan bisa memakannya sebagai cemilan cemilan sehari-hari

Masyarakat Kamboja sangat menyukai tarantula goreng, seperti diberitakan Food & Wine, dimakan dengan taburan gula atau bawang putih, dan dijajakan di kaki lima. Tarantula goreng dimakan penduduk lokal dan juga bagi orang orang wisatawan dan turis turis yang menyukai makanan tantangan. Sementara bagi orang orang barat menganggap bahwa makanan ini adalah makanan yang menjijikan dan tidak layak untuk dimakan meskipun hanya sebagai cemilan saja.

Kebiasaan ini dilakukan dari semenjak era pembunuhan dan pembantaian tragis pol pot dengan gerakan komunisme Khmer Merah-Nya.

Pada 1953, Kamboja menerima kemerdekaan dari pemerintahan Prancis. Dengan bantuan yang tidak tanggung tanggung dan juga bisa pastinya membuat para Khmer Komunisme tersebut hancur tanpa tersisa satupun. Namun saat kemerdekaan itu menjadikan perang saudara yang terjadi antara kamboja dan juga Vietnam

Sejarah Tarantula Menjadi Makanan & Menjadi Penyelamat Orang Kamboja

Kekacauan makin parah pada 17 April 1975, ketika komunis dan militer Khmer Merah pimpinan Pol Pot memasuki ibukota Kamboja, dan memasuki ibukota Phnom Penh, dan menggulingkan Pemerintahan kamboja.

Setelah mengambil alih, Khmer Merah memaksa 2,5 juta penduduk Phnom Penh pergi dari rumah mereka, bersembunyi di lereng bukit dan ladang. Harapan mereka adalah bisa mengubah negara, yang mereka sebut Demokratik Kamboja, jadi masyarakat agraris komunis yang terpisah dari dunia modern.

Mereka membunuh serta juga membantai keluarga yang menentang dan mengirim mereka ke penjara terkenal S-21. bagi ada seseorang yang selamat akan disengsarakan dan disiksa seumur hidup dan tidak dibiarkan untuk mati.

sebagian orang orang mencari cara untuk selamat, oleh karena itu orang orang khmer dari kamboja mencari cara untuk memakan tarantula dengan cara digoreng dan dari situlah tarantula bisa menyelamatkan orang orang kamboja dari kelaparan yang terus menimpa mereka saat perang antar saudara dengan Vietnam.

Belum jelas benar siapa yang menemukan bahwa tarantula zebra Thailand, atau di Khmer disebut “apin”, Bisa dimakan. sementara itu memang dari beberapa orang Khmer sudah memakan tarantula dari era zaman 18 dan juga 19 dan sempat dijadikan sebagai salah satu menu di restoran, meskipun tarantula itu beracun tetapi tidak mematikan saat dimakan dan saat penggorengan dan juga proses untuk memasaknya dijadikan hidangan racun dari dalam tubuh tarantula akan otomatis hilang juga oleh sistem pembuatan nya sebelum menjadi hidangan

laba laba dan tarantula mulai dicari oleh orang orang khmer dan mereka pun berambisi menemukan sarang mereka untuk dijadikan sumber makanan mereka nantinya karena dipercaya juga mengandung banyak gizi seperti : Tarantula dikenal kaya protein, asam folat, dan zinc. dan tarantula pun sangat mudah ditangkap karena tarantula bagian negara kamboja sebagian tidak begitu agresif dan masih belum peka terhadap manusia.

Tarantula Memang beracun tetapi kebanyakan orang orang disini menyamakan sengatan nya dengan sengatan tawon dan hanya sakit sebentar saja setelah itu sudah tidak akan terasa lagi dan hanya menyisakan bekas luka saja. Kini anda juga menemukan tarantula goreng di setiap jalan jalan pinggiran kamboja dengan harga 5.000 Rupiah per ekor.

Di Kota Skuon (sekitar 50 mil utara Phnom Penh), aksi menggoreng laba-laba beracun menjadi salah satu atraksi wisata. Namun layak diingat bahwa hewan berkaki delapan ini pernah membantu rakyat Kamboja bertahan hidup dalam salah satu masa pemerintahan terburuk dalam catatan politik. Maka mengkonsumsinya bukan hanya bagian dari tren makan serangga, tapi juga melahap sebagian sejarah

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *